Tugas Pengantar Bisnis 2


Nama   : GALUH SEKAR KINANTI
Kelas    : 1EB04
Npm     : 22217484                                         

                                                 BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Pendidikan mengenai pertumbuhan jamur yang dapat dimakan secara alami tumbuh pada hasil penguraian bahan organik. Budidaya jamur tiram Pleurotus spp dan spesies kerabat dekat lainnya sangat dikembangkan di pasaran. Semua jenis saprofit khususnya yang tumbuh pada kayu dapat dengan mudah dibudidayakan, meskipun dalam beberapa hal jamur-jamur tersebut hampir sulit dipasarkan dalam jumlah besar karena sifatnya yang lunak sehingga mudah rusak. Jamur tiram yang banyak dijumpai di pasar swalayan adalah jamur tiram putih P. Ostreatus tetapi adapula jenis lain yang sudah dibudidayakan seperti yang berwarna merah jambu (P. flabellatus) dan hitam (P. cystidiosus). Pleurotusspp. umumnya hidup pada kayu sebagai saprob meskipun satu jenis yaitu P. Eryngii dapat hidup sebagai parasit. Selain sebagai pengetahuan pengetahuan pendidikan , jamur dapat digunakan sebagai bisnis yang menguntungkan kedepannya. Selain itu, keunggulan lainnya adalah cara budidaya mudah dan dapat dilakukan sepanjang tahun dan tidak memerlukan lahan yang luas. Jamur tiram cukup mudah  terhadap lingkungan dan dapat dijadikan sebagai pekerjaan pokok maupun pekerjaan sampingan. Maka dari itu saya mengambil judul cara mengembangkan jamur tiram , dengan tujuan sebagai bekal atau contoh usaha di kemudian hari




1.2 RUMUSAN MASALAH
      1. Cara pola bibit jamur tiram agar mendapat hasil yang maksimal
      2. Peluang usaha jamur tiram  
       


BAB II
PEMBAHASAN
1. PENGERTIAN JAMUR TIRAM
Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) atau jamur tiram putih adalah jamur pangan dengan tudung berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung dan berwarna putih hingga krem. Jamur tiram masih satu kerabat dengan Pleurotus Eryngii atau King Oyster Mushroom.
Tubuh buah memiliki tangkai yang tumbuh menyamping (bahasa latin : pleurotus) dan bentuknya seperti tiram (ostreatus), sehingga jamur tiram mempunyai nama binomial Pleurotus ostreatus. Bagian tudung berubah warna dari hitam, abu-abu, coklat, hingga putih, dengan permukaan yang hampir licin, diameter 5-20 cm. Tepi tudung mulus sedikit berlekuk. Spora berbentuk batang berukuran 8-11×3-4μm. Miselia berwarna putih dan bisa tumbuh dengan cepat.
Di alam bebas, jamur tiram bisa dijumpai hampir sepanjang tahun di hutan pegunungan daerah yang sejuk. Tubuh buah terlihat saling bertumpuk di permukaan batang pohon yang sudah melapuk atau pokok batang pohon yang sudah ditebang.
Budidaya jamur ini tergolong sederhana. Jamur tiram biasanya dipeliharan dengan media tanam serbuk gergaji steril yang dikemas dalam kantung plastik.
Selain campuran pada berbagai jenis masakan, jamur tiram merupakan bahan baku obat statin. Jamur tiram diketahui membunuh dan mencerna nematoda yang kemungkinan besar dilakukan untuk memperoleh nitrogen. Selain dikonsumsi dalam keadaan segar, jamur juga kerap dikonsumsi setelah mengalami pengeringan untuk pengawetan, antara jamur segar dan jamur kering terdapat perbedaan kalori yang dikandungnya. Jamur segar maupun jamur kering keduanya tidak mengandung vitamin A. Ada teknologi yang cukup praktis untuk budidaya jamur tiram Pleurotus spp, yakni tahapan membuat media bibit induk (spawn) dan tahanan memproduksi jamur tiramnya.
Perlu diingat, untuk menghasilkan jamur tiram yang bagus, harus memiliki kelembaban suhu 18-25 derajat.
Untuk media tanamnya dapat berupa serbuk kayu (yang paling baik adalah serbuk gergajian kayu albasia karena sifatnya yang empuk dan tidak terlalu keras seperti kayu akasia, sehingga memudahkan akar jamur mencengkeram media tanam), jerami padi, alang-alang, limbah kertas, ampas tebu dan lainnya.
Sebagai campuran dapat ditambahkan bahan-bahan lain berupa bekatul (dedak) dan kapur pertanian dengan perbandingan 80:15:5. Media dimasukkan dalam plastik polypropilen dan dipadatkan kemudian diseterilisasi selama 10-12 jam. Sterilisasi bertujuan untuk menekan pertumbuhan mikrobia lain yang bersifat antagonis dan menjadi penghambat pertumbuhan bagi tanaman induk dalam hal ini jamur tiram.

2. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN JAMUR TIRAM
Pengamatan mengenai pertumbuhan jamur yang dapat dimakan, secara alami tumbuh pada hasil penguraian bahan organik. Budidaya jamur tiram Pleuretus pp dan spesies kerabat dekat lainnya sangat dikembangkan di pasaran. Semua jenis saprofit khususnya yang tumbuh pada kayu dapat dengan mudah dibudidayakan, meskipun dalam beberapa hal jamur-jamur tersebut hampir sulit dipasarkan dalam jumlah besar karena sifatnya yang lunak sehingga mudah rusak. Jamur tiram yang banyak dijumpai di pasar swalayan adalah jamur tiram putih P. Ostreatus tetapi adapula jenis lain yang sudah dibudidayakan seperti yang berwarna merah jambu (P. flabellatus) dan hitam (P. cystidiosus). Pleurotus spp. umumnya hidup pada kayu sebagai saprob meskipun satu jenis yaitu P. Eryngii dapat hidup sebagai parasit.
Jamur tiram dapat ditumbuhkan pada media kompos serbuk gergaji kayu. Miselium dan tubuh buahnya tumbuh dan berkembang baik pada suhu 25-39 ?C. Agar bakal tubuh buah terbentuk biasanya dibutuhkan kejutan fisik seperti perubahan suhu, cahaya, tingkat CO2, kelembaban relatif udara dan aerasi. Suhu substrat yang tinggi dapat memicu pertumbuhan mikroflora termofilik. Mikroorganisme termofilik tumbuh pada kisaran suhu 30-55oC, ketika tumbuh mikroorganisme tersebut menghasilkan panas yang lebih pada substrat sehingga dapat mematikan miselium jamur yang dibudidayakan. Substrat sebaiknya memiliki konduktivitas panas yang rendah, oleh karena itu susunan tinggi kompos kurang dari 25 cm dan log jamur tidak lebih dari 25 kg. Selama pembentukan tubuh buah, beberapa jamur sensitif terhadap tingkat CO2 yang tinggi, sehingga tubuh buah yang terbentuk akan memiliki tangkai yang panjang dan tudung yang kecil. Kisaran konsentrasi CO2 yang baik untuk pertumbuhan galur tertentu dari P. ostreatus antara 550-700 ppm. Faktor cahaya sangat menentukan pembentukan tubuh buah. Beberapa jamur akan membentuk tubuh buah jika kekurangan cahaya. Untuk pembentukan tubuh buahnya Pleurotusspp. diperlukan 8 jam penyinaran cahaya, namun Pleurotus yang tumbuh  tanpa cahaya akan membentuk struktur seperti koral dengan banyak tangkai yang bercabang.
Bakal tubuh buah atau primordia dari Basidiomiset adalah gumpalan kecil yang terdiri dari kumpulan miselia yang akan berkembang menjadi tubuh buah. Diameter tubuh buah sekitar 1 mm. Primordia berkembang dan pada tubuh buah muda terlihat bagian-bagian tubuh buah seperti tudung dan tangkai yang terletak tidak di tengah tudung. Pada permukaan bawah tudung dari tubuh buah muda terdapat bilah-bilah (lamela). Lamela tubuh menurun dan melekat pada tangkai. Pada lamela terdapat sel-sel pembentuk spora (basidium), yang berisi basidiospora. Basidiospora biasanya dibentuk pada saat tubuh buah dewasa mengalami kematangan. Selama tepi tudung masih berlipat-lipat, tubuh buah dikatakan belum dewasa. Pada saat tepi tudung meregang penuh tubuh buah mencapai fase dewasa dan dapat dipanen. Tubuh buah yang matang biasanya rapuh dan spora-spora dapat dilepaskan.
Spora pada jamur berfungsi untuk alat reproduksi dan bertahan. Karakteristik spora sering digunakan untuk mempelajari sistematika dan klasifikasi jamur. Paraahli mikologi dapat menggunakan spora atau lebih tepatnya jejak spora yang dapat membantunya untuk mengidentifikasi ribuan spesies jamur yang memiliki tudung. Jejak spora adalah kumpulan spora dalam jumlah besar. Hal ini bisa diperoleh dengan meletakkan tudung dengan himenium menghadap ke bawah pada selembar kertas putih atau sepotong kaca. Setelah beberapa jam, terkadang tidak sampai esok harinya, lapisan spora akan terkumpul. Warna spora terbagi ke dalam 4 atau 5 tipe umum, yaitu: putih, merah muda, kuning tanah dan ungu kehitaman, namun kelompok terakhir dapat dibedakan lagi menjadi ungu dan hitam. Warna spora kadang-kadang dapat dilihat secara visual dengan melihat lamela pada jamur dewasa, tetapi kadang-kadang warna dari lamela menyembunyikan warna sporanya.

3. ALAT DAN BAHAN
Alat dan Bahan :
1. Bibit P. cystidiosus, P. flabellatus, dan P. ostreatus.
2. Media produksi steril, merupakan kompos dari campuran serbuk gergaji, bekatul, gips dan kapur.
3. Karton hitam dan putih
4. Kantong plastik
5. Gelas preparat dan gelas penutup
6. Air dan hairsprayer

4. CARA KERJA
1. Satu sendok makan bibit jamur ditanam pada media produksi dan disimpan ditempat yang gelap sampai seluruh permukaan media ditutupi oleh miselia.
2. ikatan penyumbat dapat dibuka atau kantong plastik dilubangi. Media sebaiknya dipindahkan di tempat terang dan teduh atau ruangan khusus agar masa penanaman ini tidak terganggu
3. mengecek dan menjaga kelembaban suhu ruangan secara rutin


5. KEUNTUNGAN USAHA JAMUR TIRAM
            Berikut ini merupakan beberapa pertimbangan kelayakan usaha ini antara lain :
1.   Daya serap pasar sangat tinggi dan semakin meningkat
    2.   Konsumsi masyarakat sehari-hari.
3.   Bahan baku mudah diperoleh dan murah
4.   Kebutuhan skill tidak begitu tinggi
5.   Proses pemeliharaan tergolong mudah
6.   Tidak memerlukan lahan yang luas
    7.   Usaha jamur tiram tidak mengenal musim sehingga dapat         
           menghasilkan keuntungan terus menerus sepanjang tahun.
8.   Jamur tiram merupakan pangan alternatif yang lezat, sehat dan      
       bergizi tinggi.
9.   Tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.
     10.  Kompos bekas media tanam dapat digunakan untuk pupuk
             kolam ikan, campuran pakan ikan, campuran pakan ternak, dan   
       media memelihara cacing.




BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A.    KESIMPULAN
 Jamur tiram yang umum dikembangkan untuk budidaya biasanya berwarna putih, sementara warna coklat dan merah muda tidak. Secara umum, jamur termasuk dalam jenis sayuran yang mengandung sedikit sekali protein dan hidrat arang. Karena kandungan kalorinya rendah, jamur boleh dimakan sekehendak atau bebas tanpa memperhitungkan banyaknya. Untuk meningkatkan harga jual dan meningkatkan kreatifitas kita tentunya, sangat dianjurkan untuk rajin mengotak atik membuat olahan jamur tiram semisal keripik jamur, burger jamur, abon jamur  dan lain-lain.
              Budidaya jamur tiram sangat mudah dan tidak memerlukan modal yang besar. Kegiatan budidaya jamur tiram di desa telah menjadi perhatian dan rujukan pasar oleh masyarakat jamur di kota-kota besar.  selain itu jamur merupakan peluang yang baik untuk kedepanya, sehingga semua masyarakat dapat mencoba untuk membudidayakannya.



B.      SARAN
Dari hasil yang saya dapatkan dari makalah budidaya jamur tiram, maka saya menyarankan : untuk mencoba usaha budidaya jamur tiram ini. Karna jamur ini merupakan salah satu usaha yang patut untuk diacungi jempol kalau kita mampu mengembangkannya dan omsetmya pun cukup lumayan. Selain untuk meningkatkan wawasan usaha, bisnis ini juga mampu memompa roda perekonomian warga sekitar. Dan juga memenuhi kebutuhan pangan pasar.



REFERENSI



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Identifikasi, Pengenalan koperasi dan Mekanisme Pasar

About TOEFL