Tugas Perekonomian Indonesia
TUGAS
PEREKONOMIAN INDONESIA
Dosen
Pembimbing : Maulana Syarif
Hidayatullah
ANGGOTA KELOMPOK 8
Kelas: 1EB04
1. Galuh Sekar Kinanti
(22217484)
2. Sachio Dwinanda (25217432)
3. Sabrina (25217430)
FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN AKUNTANSI
UNIVERSITAS GUNADARMA 2018
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN ...............................................................
1.1 Latar Belakang ....................................................................
1.2 Rumusan Masalah ...............................................................
BAB II PEMBAHASAN ................................................................
2.1 Pengertian Sistem...............................................................
2.2 Sistem Ekonomi dan
Sistem Politik...................................
2.3 Kapitalisme dan Sosialisme...............................................
2.4 Persaingan
Terkendali........................................................
2.5 Kadar Kapitalisme dan
Sosialisme....................................
BAB III PENUTUP ........................................................................
3.1 Kesimpulan ........................................................................
3.2 Saran ...................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Ekonomi
merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Seiring
perkembangan zaman ,tentu kebutuhan terhadap manusia bertambah oleh karena itu
ekonomi secara terus-menerus mengalami pertumbuhan dan perubahan. Perubahan
yang secara umum terjadi pada perekonomian yang dialami suatu negara seperti
inflasi ,pengangguran , kesempatan kerja, hasil produksi,dan sebagainya. Jika
hal ini ditangani dengan tepat maka suatu negara mengalami keadaan ekonomi yang
stabil, mempengaruhi kesejahteraan kehidupan penduduk yang ada negara tersebut.
Sudah
73 tahun Indonesia merdeka. Akan tetapi kondisi perekonomian Indonesia tidak
juga membaik. Masih terdapat ketimpangan ekonomi, tingkat kemiskinan dan
pengangguran masih tinggi, serta pendapatan per kapita yang masih rendah. Untuk
dapat memperbaiki sistem perekonomian di Indonesia, kita perlu mempelajari
sistem ekonomi. Dengan mempelajari sistem ekonomi, kita dapat mengetahui
sistem-sistem ekonomi apa saja yang dipakai di Indonesia dan bagaimana
dampaknya terhadap perekonomian Indonesia serta dapat memberikan kontribusi
untuk mengatasi permasalah ekonomi yang ada.
1.2 Rumusan Masalah
a. Pengertian sistem
b. Apa itu sistem ekonomi dan sistem politik?
c. Apa yang dimaksud dengan kapitallisme dan sosialisme?
d. Apa itu persaingan terkendali ?
e. Apa itu kadar kapitalisme dan sosialisme?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
sistem
Sebuah
sistem pada dasarnya adalah suatu “organisasi besar” yang menjalin berbagai
subjek atau objekserta perangkat kelembagaan dalam suatu tatanan tertentu. Atau juga sistem adalah cara yang digunakan
oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada
individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah
sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu
mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh
memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya semua faktor
tersebut di pegang oleh pemerintah.
Sistem ekonomi yang dianut oleh
setiap bangsa berbeda beda. Hal ini
sesuai dengan filsafah dan ideologi dari masing-masing negara. Seperti
halnya Indonesia, sistem ekonomi yang dianut oleh bangsa indonesia akan berbeda
dengan sistem ekonomi yang dianut oleh Amerika Serikat atau negara-negara
lainnya. Pada awalnya Indonesia menganut sistem ekonomi liberal, dimana seluruh
kegiatan ekonomi diserahkan kepada masyarakat. Akan tetapi karena ada pengaruh
komunisme yang disebarkan oleh Partai Komunis Indonesia, maka sistem ekonomi di
Indonesia berubah dari sistem ekonomi liberal menjadi sistem ekonomi
sosialis.
Pada masa Orde Baru, sistem ekonomi yang dianut oleh bangsa Indonesia diubah kembali menjadi sistem demokrasi ekonomi. Sistem ini bertahan hingga masa Reformasi. Setelah masa Reformasi, pemerintah melaksanakan sistem ekonomi yang berlandaskan ekonomi kerakyatan. Sistem inilah yang masih berlaku di Indonesia. Berikut ini bentuk sistem ekonomi di Indonesia dari masa Orde Baru hingga sekarang. Jenis sistem ada dua yaitu :
a. Sistem Ekonomi Demokrasi
Indonesia mempunyai landasan
idiil yaitu Pancasila dan landasan konstitusional yaitu UUD 1945. Oleh karena
itu, segala bentuk kegiatan
masyarakat dan negara harus berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Sistem
perekonomian yang ada di Indonesia juga harus berdasarkan Pancasila dan UUD
1945. Sistem perekonomian nasional yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945
disusun untuk mewujudkan demokrasi ekonomi dan dijadikan dasar pelaksanaan
pembangunan ekonomi. Sistem perekonomian Indonesia yang berdasarkan Pancasila
dan UUD 1945 disebut sistem ekonomi demokrasi. Dengan demikian sistem ekonomi
demokrasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem perekonomian nasional yang
merupakan perwujudan dari falsafah Pancasila dan UUD 1945 yang berasaskan
kekeluargaan dan kegotongroyongan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah
pimpinan dan pengawasan pemerintah.
Pada sistem demokrasi ekonomi, pemerintah dan seluruh rakyat baik golongan ekonomi lemah maupun pengusaha aktif dalam usaha mencapai kemakmuran bangsa. Selain itu, negara berperan dalam merencanakan, membimbing, dan mengarahkan kegiatan perekonomian. Dengan demikian terdapat kerja sama dan saling membantu antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.
b. Sistem Ekonomi Kerakyatan
Sistem ekonomi kerakyatan berlaku di Indonesia sejak terjadinya Reformasi di Indonesia pada tahun 1998. Pemerintah bertekad melaksanakan sistem ekonomi kerakyatan dengan mengeluarkan ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor IV/MPR/1999, tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara yang menyatakan bahwa sistem perekonomian Indonesia adalah sistem ekonomi kerakyatan. Pada sistem ekonomi kerakyatan, masyarakat memegang aktif dalam kegiatan ekonomi, sedangkan pemerintah menciptakan iklim yang sehat bagi pertumbuhan dan perkembangan dunia usaha.
2.2 Sistem
ekonomi dan sistem politik
Sistem ekonomi adalah suatu
sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan
seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan. Sebuah sistem ekonomi
terdiri atas unsur-unsur manusia sebagai subjek dan barang-barang ekoomi
sebagai objek. Suatu sistem ekonomi tidaklah berdiri sendiri. Ia berkaitan
dengan falsafah, pandangan dan pola hidup masyarakat tempatnya berpijak. Sebuah
sistem ekonomi sesungguhnya merupakan salah satu unsur saja dalam suatu
suprasistem kehidupan masyarakat. Ia merupakan bagian dari kesatuan ideologi
kehidupan bermasyarakat di suatu negara. Sebagai bagian dari suprasistem
kehidupan, sistem ekonomi berkaitan erat dengan sistem-sistem sosial lainyang
berlangsung didalam masyarakat. Didunia ini terdapat kecenderungan umum bahwa
sistem ekonomi disebuah negar “bergandengan tangan” dengan sistem politik di
negara bersangkutan, ideologi ekonomi berjalan seiring dengan ideologi politik.
Secara umum antara unsur-unsur sistem politik dapat ditarik benang merah
sebagai berikut
Kutub A
|
Konteks pengkutuban
|
Kutub z
|
·
Liberalism (liberal)
|
·
Ideologi politik
|
·
komunisme
|
·
Demokrasi
|
·
Rezim pemerintahan
|
·
otokrasi
|
·
egalitarianisme
|
·
Penyelenggaraan kenegaraan
|
·
etatisme
|
·
Desentralisme
|
·
Struktur birokrasi
|
·
sentralisme
|
·
kapitalisme
|
·
Ideologi ekonomi
|
·
sosialisme
|
·
Mekanisme pasar
|
·
Pengelolaan ekonomi
|
·
Perencanaan terpusat
|
Sejarah mencatat negara-negara
yang berideologi liberalisme dengan rezim pemerintahan yang demokratis pada
umumnya menganut ideologi ekonomi kapitalisme dengan pengelolaan ekonomi yang
berlandaskan pada mekanisme pasar. Di negara-negara semacam ini penyelenggaraan
kenegaraannya biasanya bersifat egaliter dan struktur birokrasinya
desentralistis. Di lain pihak negara-negara yang berideologi politik komunisme
dengan rezim pemerintahan yang otoriter, ideologi ekonominya cenderung
sosialisme dengan pengelolaan ekonomi berdasarkan perencanaan terpusat.
Penyelenggaraan kenegaraan dinegara-negara seperti ini biasanya bersifat etatis
dengan struktur birokrasi yang sentralistis.
Pengkutuban sistem ekonomi dan
sistem politik serta unsur-unsur benang merah yang menghubungkannya sebagaimana
tercantum dalam daftar tadi mungkin tida sepenuhnya berlaku. Akan tetapi
terdapat kecenderungan umum seperti itu. Pada umumnya negara-negara yang sistem
politiknya tergolong di kutub A sistem ekonominya juga tergolong dikutub yang sama.
Pada ekstrem lain, negara-negara yang sistem politiknya terdaftar di kutub Z
sistem ekonominya juga terdaftar di kutub serupa. Dalam konteks ekonomi dan
politik sebutan bagi nama sistemnya kerap kali sama dengan ideologinya. Dengan
demikian istilah liberalisme dan komunisme bukan saja sekadar cap bagi ideologi
ekonomi melainkan sekaligus juga merupakan sebutan terhadap sistem ekonominya.
Sistem ekonomi di suatu negara
dikatakan bersifat khas sehingga bisa dibedakan dari sistem ekonomi yang
berlaku atau diterapkan dinegara lain. Berdasarkan beberapa sudut tinjauan seperti :
1. Sistem pemilikan sumber
daya atau faktor-faktor produksi
2. Keleluasaan masyarakat
untuk saling berkompetisi satu sama lain dan untuk menerima imbalan atas
prestasi kerjanya
3. Kadar peranan
pemerintah dalam mengatur, mengarahkan, dan merecanakan kehidupan bisnis dan
perekonomian pada umumnya.
2.3 Kapitalisme dan
Sosialisme
Secara garis besar,
didunia ini pernah dikenal 2 macam sistem ekonomi yang ekstrim, sistem ekonomi
kapitalis dan sistem ekonomi sosialis. Kedua sistem ini sangat berbeda dalam
hal ketiga butir sudut tinjauan yang baru saja diutarakan diatas. Sistem
ekononomi kapitalis mengakui pemilikan individual atas sumber daya-sumber daya
ekonomi atau faktor-faktor produksi. Setidaknya, terdapat keleluasaan yang
sangat longgar bagi perorangan dalam atau untuk memiliki sumber daya.
Dalam bidang ekonomi, kata “kapitalisme” dan kata
“liberalisme” juga mempunyai arti tersendiri di indonesia yang sangat berlainan
artinya dibandingkan dengan yang dipahami oleh masyarakat internasional.
Tentang kapitalisme, mekanisme pasar dan liberalisme yang
mempunyai konotasi jelek dan bertentangan dengan UUD 1945, Pancasila dan
sebagainya itu mungkin sebabnya adalah retorika-retorika Bung Karno terdahulu
yang menyatukan semua paham tersebut diatas sebagai pendahulunya imperialisme
dan kolonialisme. Ketika itu bahwa yang menjajah indonesia adalah Belanda, yang
sistem ekonominya adalah kapitalisme yang didasarkan atas mekanisme pasar dan
liberalisme. Karena itu langsung saja ditarik garis bahwa kapitalisme pati
megakibatkan imperialisme dan kolonialisme.
Apa arti kapitalisme ?
kapitalisme adalah dibolehkannya perorangan memiliki kapital, baik dalam bentuk
tunai maupun dalam bentuk alat-alat produksi. Dibolehkannya kapital yang tunai
dipinjamkan dengan maksud memperoleh bunga, sehingga kapitalnya tumbuh menjadi
besar. Dibolehkannya perorangan itu menggunakan kapitalnya untuk berusaha,
yaitu ikut serta dalam kegiatan produksi dan distribusi dengan maksud
memperoleh laba.
Sistem ekonomi sosialis
adalah sebaliknya. Sumber daya ekonomi atau faktor produksi di klaim sebagai
milik negara. Sistem ini lebih menekankan pada kebersamaan. Masyarakat dalam
menjalankan dan memajukan perekonomian, imbalan yang diterimakan pada
perorangan didasarkan pada kebutuhannya, bukan berdasarkan jasa yang
dicurahkan. Prinsip “keadilan” yang dianut oleh sistem ekonomi sosialis “setiap
orang menerima imbalan yang sama”. Kadar campur tangan pemerintah sangat tinggi.
Justru pemerintahlah yang menentukan dan merencanakan 3 persoalan pokok ekonomi
:
·
What = apa yang harus
diproduksi
·
How = bagaimana memproduksinya
·
For whom = untuk siapa
diproduksi.
Dalam terminologi teori mikroekonomi, sistem
ekonomi kapitalis merupakan suatu sistem ekonomi yang menyandarkan diri
sepenuhnya pada mekanisme pasar, prinsip laissez
faire (persaingan bebas) meyakini kemampuan “the invisible hand” dalam
menuju efisiensi ekonomi. Mekanisme pasarlah (kekuatan permintaan dan
penawaran) yang menurut kalangan kapitalis akan menentukan secara efisien
ketiga pokok persoalan ekonomi.
Sedangkan sistem ekonomi sosialis, sudah barang
tentu adalah sebaliknya. Bagi kalangan sosialis, pasar justru haru dikendalikan
melalui perencanaan terpusat adanya berbagai distorsi dalam mekanisme pasar,
menyebabkannya tidak mungkin bekerja secara efisien. Oleh karena itu pemerintah
atau negara harus turut aktif bermain dalam perekonomian. Satu hal yang penting
untuk dicatat berkenaan dengan sistem ekonomi sosialis adalah bahwa sistem ini
bukanlah sistem ekonomi yang tidak memandang penting peranan kapital.
2.4 Persaingan
Terkendali
Berdasarkan sistem pemilikan sumber daya ekonomi atau faktor-faktor
produksi, tak terdapat alasan untuk menyatakan bahwa sistem ekonomi kita adalah
kapitalistik. Indonesia mengakui pemilikan individual atas faktor-faktor
produksi kecuali untuk sumber daya yang menguasai hajat hidup orang banyak
dikuasai oleh negara. Jadi secara konstitusional, sistem ekonomi indonesia
bukan kapitalisme dan bukan pula sosialisme.
Sehubungan dengan persaingan antar badan-usaha, tidak terdapat rintangan bagi
suatu perusahaan untuk memasuki bidang usaha tertentu. Namun untuk menghindari
persaingan tak sehat dalam pasar barang tententu yang sudah jenuh, pemerintah
mengendalikannya dengan membuka prioritas-prioritas bidang usaha.
Indonesia mengakui pemilikan individual atas faktor-faktor produksi kecuali
untuk sumber daya yang menguasai hajat hidup orang banyak, dikuasai oleh
negara. Hal ini, sebagaimana diketahui bersama diatur dengan tegas oleh pasa 33
UUD 1945. Jadi secara konstitusional, sistem ekonomi indonesia bukan
kapitalisme dan bukan pula sosialisme.
Kompetisi
untuk memperbaiki taraf kehidupan baik antar individu maupun antar badan usaha
tidak dikekang. Berkenaan dengan kompetisi antar individu, pemerintah tidak
membatasi (misalnya) pilihan seseorang untuk memasuki bidang pendidikan atau
keahlian yang diminatinya. Tetapi juga tidak membiarkan orang-orang memasuki
bidang pendidikan yang sudah jenuh pasar tenaga kerjanya. Untuk itu pemerintah
turut mengatur penyediaan bidang pendidikan atau keahlian berdasarkan proyeksi
kebutuhan. Jadi tidak sepenuhnya dilepas kepada pihak swasta juga bukan sekadar
menyediakan anggaran atau subsidi dana pendidikan sebagaimana yang berlangsung
pada umumnya di negara-negara kapitalis.
Dalam
terminologi teori mikroekonomi atau ditinjau dari segi pengelolaan ekonomi
bahwa Indonesia tidak sepenuhnya menyandarkan perekonomian pada mekanisme
pasar. Dalam beberapa hal pemerintah turut bermain dalam perekonomian. Peran
sebagai stabilisator dan dinamisator ini dimainkan baik oleh lembaga-lembaga
departemental (instansi teknis) pemerintah maupun melalui badan-badan usaha
milik negara.
Ketidak-kapitalis-an
dan ketidak-sosialis-an sistem ekonomi indonesia (masing-masing dalam
pengertiannya yang murni) terlihat pula dalam perilaku, norma, dan etika yang
berlangsung atau berlaku di masyarakat. Tapi tidak tertulis rasionalitas
masyarakat Indonesia dalam berekonomi adalah tercipta atau terpeliharanya
optimalis bukan maksimalitas. Dalam memenuhi keinginan masyarakat lebih memilih
tercapainya keadaan optimum (keserasian pencurahan upaya dan sumber daya dengan
hasil yang diperoleh) daripada peraihan kedudukan maksimum.
Walaupun
individualisme orang Indonesia dalam perilaku sehari-hari tampak nyata dan diduga
akhir-akhir ini semakin tebal, namun rasa kebersamaan dan kesetia kawanan tak
pernah memudar.
2.5 Kadar
Kapitalisme dan Sosialisme
Unsur-unsur
kapitalisme dan sosialisme jelas terkandung dalam pengorganisasian ekonomi
Indonesia. Untuk melihat seberapa tebal kadar masing-masing “isme” ini
mewarnail perekonomian. Seseorang bisa melihatnya dari 2 pendekatan.
1.
Pendekatan faktual-struktural
Yakni menelaah peranan pemerintah atau negara dalam
struktur perekonomian
2.
Pendekatan sejarah
Yakni dengan menelusuri bagaimana perekonomian bangsa diorganisasikan dari
waktu ke waktu.
Untuk
mengukur kadar keterlibatan pemerintah dalam perekonomian dengan pendekatan
faktual struktural dapat digunakan kesamaan agregat keynesian yang berumuskan
Y= C + I + G + (X-M). Dengan formula ini berarti produk atau pendapatan
nasional dirinci menurut penggunaan atau sektor pelakunya. Kesamaan ini
merupakan rumus untuk menghitung pendapatan nasional dengan pendekatan
pengeluaran. Variabel C melambangkan pengeluaran kunsumsi masyarakat, mewakili
sektor perorangan atau rumah tangga. Varibel I melambangkn pengeluaran
investasi perusahaan-perusahaan, mewakili sektor usaha swasta. Sektor
pemerintah diwakili oleh variabel G yang melambangkan pengeluaran konsumsi
pemerintah. Adapun X dan M melambangkan exppor dan impor mewakili sektor
perdagangan luar negeri negara yang bersangkutan.
Sistem
ekonomi campuran dengan persaingan terkendali agaknya merupakan sistem ekonomi
yang tepat untuk mengelola perekonomian indonesia. Terdapat cukup bukti untuk
menunjukan kadar kapitalisme yang semakin tebal. Derasnya arus globalisasi
bersamaan dengan bubarnya sejumlah negara komunis utama yang bersistem ekonomi
sosialisme telah menggiring indonesia terseret arus kapitalisme.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1.
Sistem adalah berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani
(sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang
dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk
mencapai suatu tujuan. Atau juga sistem adalah
cara yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang
dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut.
2.
Sistem Ekonomi adalah suatu
cara untuk mengatur dan mengorganisasi seluruh kegiatan perekonomian dalam
masyarakat yang dilakukan pemerintah atau swasta berlandaskan prinsip tertentu
dalam rangka meraih kemakmuran atau kesejahteraan. Sistem Politik adalah interaksi antara pemerintah dan masyarakat
dalam proses pembuatan dan pengambilan kebijakan yang mengikat tentang kebaikan
bersama antara masyarakat yang berada dalam suatu wilayah tertentu.
3.
Kapitalisme adalah suatu
sistem ekonomi dimana sektor industri perdagangan dan alat-alat produksi
dikontrol oleh pihak privat atau sektor swasta dengan tujuan untuk memperoleh
keuntungan sebesar-besarnya. Sosialisme adalah sistem ekonomi yang diatur oleh negara. Didalam sistem ini
berlangsungnya perekonomian sepenuhnya menjadi tanggung jawab suatu negara atau
pemerintah pusat.
4.
Persaingan
terkendali adalah kompetisi untuk memperbaiki taraf kehidupan, baik antar
individu maupun antar badan usaha, pemerintah tidak membatasi pilihan seorang
untuk memasuki bidang pendidikan/keahlian yang diminatinya. Pemerintah turut
mengatur penyediaan bidang pendidikan/keahlian, berdasarkan proyeksi kebutuhan.
Jadi, tidak sepenuhnya dilepas pihak swasta
5.
Kadar Kapitalisme dan
Sosialisme: 1. Pendekatan faktual-struktural yakni menelaah peranan pemerintah
dalam perekonomian. 2. Pendekatan sejarah yakni menulusuri pengorganisasian
perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.
Daftar Pustaka
- - Kian Gie, Kwik.1998.Gonjang Ganjing
Ekonomi Indonesia.Jakarta.PT Gramedia Pustaka Utama
- - Mubyarto.1996.Pelaku Dan Politik
Ekonomi Indonesia.Yogyakarta.Liberty
- - https://id.wikipedia.org
Komentar
Posting Komentar